Maskot Surabaya |
Surabaya. Kota terbesar kedua di Indonesia.
Dikenal sebagai Kota Pahlawan. Wisata kulinernya pun cukup menarik: lontong
balap, lontong kupang, dan rujak cingur merupakan sedikit contoh makanan yang
dicari oleh para pendatang. Namun, jangan heran jika suatu saat Anda
jalan-jalan di Surabaya, tiba-tiba jalanan macet, lalu muncul sekumpulan orang
memakai kaos dan atribut warna hijau ngejreng.
Yel-yel dan suara klakson saling bersahutan dari sana. Ya, itulah bonek, sebutan yang diberikan kepada
para pendukung Persebaya.
Ketika berbicara tentang bonek, yang terlintas di pikiranku adalah ramai, rusuh, dan hijau. Dimana ada Persebaya, tim sepakbola dari Surabaya, sedang bertanding, maka bonek akan mudah sekali terlihat di sana. Bonek memang merupakan salah satu supporter sepakbola yang memiliki jumlah anggota paling banyak. Satu hal lagi yang menjadi ciri khas bonek adalah warna hijau ngejreng yang mendominasi kaos dan atribut lainnya. Warna hijau ngejreng memang sangat melekat dengan bonek. Suatu saat, aku pernah memakai jaket casual warna hijau ngejreng saat jalan-jalan di salah satu mall di Surabaya. Semuanya berjalan baik-baik saja hingga ada seorang anak kecil tiba-tiba berteriak, “Eh, Ma.!! Ada bonek, Ma..!!!”. Namun tenang saja, aku bisa pastikan baik aku maupun bonek tidak ada yang rusuh. Bonek ‘terlihat’ rusuh karena jumlahnya saja yang banyak, selebihnya memang natural dan kalem.
Aku kira atribut ngejreng bonek ini bisa menjadi oleh-oleh yang khas dari Surabaya. Sebenarnya
sudah ada oleh-oleh khas Surabaya dengan label Cak-Cuk. Namun itu masih belum setenar label Joger dari Jogjakarta atau Dagadu
dari Bali, sehingga atribut bonek masih dicari baik oleh warga Surabaya sendiri
maupun pendatang. Beberapa temanku dari luar Jawa pun ada yang minta dibelikan
kaos bonek atau sekedar bertanya “Beli kaos bonek dimana sih?”, saat mereka
sedang berlibur di Surabaya. Sebenarnya gampang kok untuk mencari atribut bonek. Coba Anda datang ke stadion sepak
bola yang ada di Surabaya, aku rasa di sana pasti ada yang berjualan atribut
bonek.
Stadion Tambak Sari |
Stadion Tambak Sari merupakan salah satu
stadion sepak bola yang ada di Surabaya.
Untuk menuju ke sana dapat menggunakan angkutan umum bemo/lyn. Jika tidak mau repot, silahkan
gunakan becak atau taksi, tapi yang jelas ongkos yang dikeluarkan jadi lebih
mahal. Dan memang benar, di sana banyak
yang berjualan atribut bonek. Berderet-deret PKL menjajakan dagangannya
yang mayoritas merupakan atribut bonek. Selain PKL, di samping stadion juga
ditemui salah satu toko yang bertuliskan “Original
Bonek Merchandise”, Greenshop
namanya.
![]() |
Greenshop |
![]() |
Pernak-pernik Greenshop |
Greenshop merupakan sebuah toko yang menjual
berbagai atribut bonek. Saat aku memasuki toko itu, sku dapat melihat gantungan
kunci, boneka, sepeda, stiker, jaket, syal, travel
bag, laptop bag, dan masih banyak
lainnya. Dan semuanya itu memiliki rasa bonek, entah dari warnanya atau dari
logo yang menempel. Jika ditanya harganya sih,
ya standar distro lah harganya. Kaos dibandrol
mulai dari 60 ribu rupiah, jaket mulai dari harga 100 ribu rupiah, sedangkat
pernak-pernik kecil lainnya mulai dari dua ribu rupiah. Yudha, owner dari Greenshop, membangun usahanya
mulai tahun 2007 dan sekarang sudah memiliki tiga cabang: di Tambak Sari,
Panjang Jiwo, dan di daerah Simpang. Karena semangat bonek nya yang selalu
menggebu-gebu, omset sebulan dapat mencapai 60 juta rupiah. Wow!
![]() |
PKL Sekitar Tambak Sari |
Namun jika Anda merasa harga oleh-oleh di
Greenshop masih terlalu mahal, silahkan mencari atribut Bonek yang dijual oleh
PKL di sekitar stadion. Harga yang ditawarkan memang lebih murah, kaos mulai
dari 25 ribu rupiah dan jaket mulai dari 60 ribu rupiah, tapi kualitas bahannya
jauh lebih buruk. Oiya, saranku sih
silahkan manawar harganya karena biasanya para PKL memberikan harga yang mahal
kepada para calon pembeli, apalagi yang bukan dari Surabaya. Jadi, pilih yang
mana?
-qn
2 comments:
ya ampun cuww,, jangan2 qm juga bonek sejati yaa, kug tau banget tentang info ini. . biasanya juga klo ke kampus pakai kaos ijo *dulu
Iya, Mon.. aku punya semangat bonek.. haha.. *krik
Itu aku sidak ke tempatnya langsung, Mon., mangkanya aku tahu.. :D
Post a Comment